Kegagalan Proyek Timur Tengah AS di Mata Media Barat
Di masa itu, media-media massa Barat berusaha mengesankan kepada dunia bahwa Irak tidak akan bisa bertahan menghadapi pasukan aliansi internasional. Perlu diingat juga, AS dan Inggris kerap mengklaim dirinya sebagai representasi masyarakat internasional. Selama perang Irak berlangsung, slogan kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia (HAM) di media massa diabaikan. Mayoritas media massa dunia pun turut mengiringi langkah kebijakan ekspansionisme AS. Washington bahkan mengontrol seluruh berita terkait dengan kondisi Irak. Selama militer AS tidak mengijinkan, maka tak ada berita sekecil apapun mengenai perang Irak yang bisa disiarkan oleh media-media massa Barat. Berita perang hanya bisa diperoleh lewat komisi pemberitaan militer AS.
Alasan lainnya adalah pemberitaan dan protes keras yang gencar dilakukan oleh media-media independen, kalangan jurnalis dan intelektual kritis Barat terhadap tragedi dan dampak buruk invasi AS ke Irak. Kritikan keras itu bahkan mengarah langsung pada media-media pendukung pemerintah AS dan rezim zionis Israel. Tentu saja, media-media yang selama ini dikenal sebagai pendukung perang, akhirnya terpaksa mengungkap sebagian realitas yang ada demi menjaga reputasinya. Untuk mengetahui lebih jauh sejauh mana tingkat perubahan arah kebijakan media-media Barat, menarik rasanya jika kita simak beberapa contoh berikut ini.
Lebih lanjut Patrick menambahkan, "Kendati mayoritas rakyat Irak menginginkan Saddam Hussein hengkang, namun mereka tidak ingin kekuatan asing menduduki negaranya. Kini, pasukan AS, milisi AlQaeda, dan pelbagai kelompok di Irak berperang untuk merebut kekuasaan. Namun sampai sekarang AS tak juga mampu memperbaiki reputasinya lantaran menggelar perang tersebut."
Oleh karena itulah, Joseph E. Stiglitz, ekonom masyhur yang memprediksikan biaya perang Irak menghabiskan 3 triliun USD dalam wawancaranya dengan penulis artikel tersebut menuturkan, "Petualangan AS di Irak bukan hanya yang terpanjang dan perang termahal di sepanjang sejarah AS tapi juga merupakan yang paling sia-sia".Baru-baru ini, koran cetakan Inggris, Daily Mail dalam laporannya berusaha membeberkan faktor ketidakmampuan AS dalam meraih kemenangan di perang Irak. Penulis artikel tersebut menilai bahwa penambahan tentara di Irak sebagai strategi yang gagal dan menganggap sama hinanya seperti kelakar Presiden Bush lima tahun lalu. Ia menulis, "George Bush, lima tahun lalu, saat menyerang ke Irak menandaskan, ‘Permainan telah usai'. Namun kini kita saksikan bahwa tentara AS sudah letih dan kekuatan Washington nyaris hancur".
New York Times, merupakan salah satu media massa AS lainnya yang mengkritik politik perang AS di Irak. Koran ini baru saja merilis hasil polling seratus sejarawan AS. Dalam polling ini, mereka menilai George W. Bush sebagai presiden AS yang paling buruk. 98 persen dari mereka beranggapan juga bahwa masa delapan tahun kepemimpinan Bush merupakan era kekalahan AS. New York Times menambahkan, "Selama 8 tahun terakhir, AS mengasingkan dirinya sendiri. Alasan ini sudah cukup untuk kita nyatakan bahwa era saat ini merupakan era kekalahan di segala bidang". Para sejarawan ini mengutuk Bush lantaran ia telah menjadikan AS sebagai negara yang dibenci oleh masyarakat internasional". Di bagian lain artikelnya, New York Times menulis, "Diplomasi Cowboy Bush telah menggambarkan AS sebagai negara adidaya yang licik, tukang tipu dan musuh.
Hersh juga menyinggung pernyataan sejumlah politisi AS dan menyebut mereka sebagai pencari kekuasaan yang gila. Mereka tidak tahu dampak dan dimensi ledakan kekuasaan dan hanya bisa berkata-kata. Di bagian akhir artikelnya, Hersh menulis bahwa kita harus akui, pemerintahan Bush berhasil merealisasikan slogan Caligula secara sempurna. Caligula adalah kaisar setengah gila imperium Roma pada abad pertama. Ia pernah berkata, "Biarkan mereka membenci kita, tapi mereka takut pada kita".
Ketika Pelaku dan Korban Sama Sama Bengis
Pemilu Sudah Dekat
Dari pengamatan saya pribadi ada 3 benang merah yang saya lihat dari partai partai baru tersebut, yaitu:
Partai baru yang muncul dengan wajah wajah orang lama ( kutu loncat dari partai lama), yang menganggap partai lama mereka sudah tak sejalan dengan pemikiran atau mungkin tak mendapat jabatan di partai lama mereka.
Partai baru yang muncul dengan wajah wajah baru dengan orang orang yang masih fresh dan mencoba terjun ke dunia politik mencari peruntungan dalam pesta demokrasi ini.
Partai Pecahan dengan nama yang hampir sama yang terpecah akibat crash politik dalam induk partai mereka, saya ambil contoh PDIP.
Itu baru sebagian analisa mengenai asas ideologi dan orang orang yang duduk di partai, belum mengenai beberapa kesamaan bentuk logo terkait bentuk logo, gambar dan warna yang begitu banyak kesamaan nya. Coba bayangkan ada berapa partai yang memakai lambang banteng? Ada berapa partai yang memakai lambang bulan sabit?. Semua itu pasti bisa saja dijawab oleh kader kader partai terkait dengan mudah dalam menjelaskan makna dari logo logo tersebut, namun bagaimana aplikasinya di masyarakat, terutama pemilih yang berada di pedesaan yang notabene tak tahu menahu akan makna apa dan segala tetek bengek partai tersebut. Maka akhirnya rakyat menjadi komiditi politik.Yang mereka inginkan hanya kesejahteraan, kemapanan dan ketentraman hidup dengan kebutuhan yang terjangkau!. Giatnya partai partai memasyarakatkan logo logo partai mereka ke masyarakat membuktikan bahwa sebagai partai baru mereka masih belum dikenal di masyarakat umum.Seringkali pada praktiknya, masyarakat hanya di kenalkan dengan identitas logo, seperti “coblos moncongnya”, “coblos Ka'bahnya”, dan lain sebagainya. Dengan demikian masyakarat hanya diberikan gambaran visual logo untuk mendulang coblosan pada partai mereka saja, mengenai asas partai masyarakat banyak yang tidak tahu!itulah kenyataan nya!
Dengan tulisan ini saya ingin anda anda semua pemilih senior atau pemilih baru untuk faham betul betul mengenai bebet, bibit, bobot sebuah partai, bukan hanya termakan kader yang berkampanye dengan hanya mengajak mencoblos logo saja, lebih dari itu masyarakat di tuntut lebih aktif untuk mengetahui latar belakang partai beserta ideologi apa yang di bawanya dan tentunya siapa wakil yang akan mereka ajukan untuk dipilih duduk di kursi dewan.mengingat banyaknya partai partai yang merasa tak pede dan untuk menaikkan jumlah pemilih mereka dengan memasang artis dan selebriti untuk menjadi wakil mereka di parlemen. Dan dari situ pula bisa terjadi kecemburuan dari kader partai yang sudah lama mengabdi sehingga mungkin saja mereka akan cabut keluar partai dan mendirikan partai tandingan,akhirnya ada lagi partai baru. Begitulah politik, rakyat tetap jadi komoditas menarik yang harus mereka raup saat masa kampanye ini.Gunakan mata dan hati untuk memilih. Wassalam (pz) Yang mau Download Profil Partai partai silahkan disini:
Politics : Doktrinisasi Zionis
Mengapa Pesawat Bisa Menghilang dari radar
Ada beberapa pesawat muthakir milik Amerika yang masuk kategory ini yaitu pesawat F-117, F-22, JSF F-35, dan B-2. Untuk urusan Stealth sendiri bisa di akali pihak pabrikan dengan membuat design pesawat yang minus lekukan yang fungsinya adalah memperkecil sudut sudut tajam yang bisa ditangkap oleh radar dan muncul pada RCS (radar cross section), selain itu ada pula pesawat pesawat yang udah agak uzur seperti F/A-18 Hornet (walaupun tidak bener bener uzur karena telah mengalami upgrade lebih dari 30 persen) yang melapisi beberapa bagian pada pesawat nya dengan lapisan anti radar seperti pada ujung ujung sayap utama dan bagian ruder nya.
Israel, Arab, PBB dan Amerika
Selamat Tahun Baru










